
Suatu kali Allahu yarham KH. Ibnu Jureimi Mudir Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Jogjakarta dirawat di PKU Muhammadiyah Jogja, pd waktu yg sama Ust. Muhammad Muqaddas (wkt itu msh menjabat ketua PP. Muhammadiyah) juga dirawat di sana pd ruang yg berbeda.
Saat mengetahui Ust. Muhammad juga sdg dirawat di PKU, KH. Ibnu Jureimi bangkit dari pembaringan dg menenteng infus berjalan mencari ruang tempat Ust. Muhammad dirawat utk membezuk sekaligus menyampaikan sesuatu.
Saat KH. Ibnu Jureimi sampai di tempat Ust. Muhammad, beliau kaget dan menyarankan agar KH. Ibnu Jureimi kembali ke bangsalnya utk beristirahat tdk usah susah-susah menengoknya.
KH. Ibnu Jureimi kemudian menyampaikan bahwa kedatangan di bangsal Ust. Muhammad selain ingin ngaruhke juga ingin minta tolong pd Ust. Muhammad agar bisa meminjamkan ke PKU mobil utk mengisi pengajian PDM Kebumen di Gombong.
Permintaan KH. Ibnu Jureimi kemudian disampaikan Ust. Muhammad ke PKU dan dikabulkan oleh pihak PKU.
Keesokan harinya dikisahkan jamaah pengajian PDM Kebumen menanti kedatangan pembicara yg ditunggu-tunggu sejak pagi. Tiba-tiba masuk sebuah mobil Ambulan ke tengah-tengah arena pengajian. Para jamaah bertanya-tanya dlm hati siapa yg sakit.
Tidak diduga ternyata dari mobil itu keluar KH. Ibnu Juremi sang pembicara yg telah dinanti-nanti kehadirannya.
Itulah KH. Ibnu Jureimi figur da'i Muhammadiyah yg pantang menyerah dlm kondisi apapun, walaupun sakit beliau enggan berhenti bertabligh.
(Dinukil dari penuturan dr. Agus Taufiqurrahman, M.Kes dlm Halaqah Tarjih di Unires UMY 7 th yg lalu)
syaifuddin.manar@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar