Jumat, 31 Maret 2017

HAKIKAT NIAT DLM IBADAH

Sabda Nabi Saw :

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .
(رواه البخاري و مسلم)

"Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas)berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. (HR. Bukhari dan Muslim)

Pelajaran yang bisa dipetik dari Hadits:

1. Niat merupakan syarat diterima atau tidaknya amal ibadah.

2. Waktu pelaksanaan niat pada awal ibadah dan tempatnya di hati.

3. Ikhlas dan menujukan niat semata-mata karena Allah ta’ala dituntut pada semua amal shalih dan ibadah.

4. Seorang mukmin akan diberi pahala berdasarkan kadar niatnya.

5. Semua pebuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh) jika diniatkan karena  keridhoan Allah menjadi bernilai ibadah.

6. Yang membedakan antara ibadah dan adat (kebiasaan/rutinitas) adalah niat.

7. Hadits di atas menunjukkan bhw niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan hati. Karena iman adl membenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.

Selasa, 28 Maret 2017

HIKMAH PERGAULAN

Imam Abu Hamid Al Ghazali berkata :


 ومن جلس مع الصالحين زاده الله الرغبة في الطاعات

Barangsiapa yang sering duduk dengan orang-orang yang soleh, Allah akan menambahkan kepadanya kegemaran dalam amalan-amalan ketaatan.


 ومن جلس مع العلماء زاده العلم والورع

Barangsiapa yang sering duduk dengan para ulama' , Allah akan menambahkan kepadanya ilmu & sikap waro (sangat berhati-hati dalam mengambil harta dunia)

syaifuddin.manar@gmail.com

Senin, 27 Maret 2017

Bukan Yang Terbaik

Imam Hasan Al- Basri berkata :

"Sesungguhnya apabila aku menasihati kamu, bukanlah bererti akulah yang terbaik dalam kalangan kamu, bukan juga yang paling soleh dalam kalangan kamu, kerana aku juga pernah melampaui batas untuk diri sendiri...

Seandainya seseorang itu hanya dapat menyampaikan dakwah apabila dia sempurna, nescaya tidak akan ada pendakwah, maka akan jadi sedikitlah orang yang memberi peringatan."

Minggu, 26 Maret 2017

MENGENAL ARTI CINTA

Sufyan bin Uyainah r.a.berkata : 

مَنْ أَحَبَّ اللهَ أَحَبَّ مَنْ أَحَبَّهُ اللهُ تَعَالَى وَمَنْ أَحَبَّ مَنَ أَحَبَّهُ اللهُ تَعَالَى أَحَبَّ مَا أَحَبَّ فِيْ اللهِ تَعَالَى وَمَنْ أَحَبَّ مَا أَحَبَّ فِيْ اللهِ تَعَالَى أَحَبَّ أَنْ لَايَعْرِفُهُ النَّاسُ
“1) Siapa mencintai Allah, maka pasti ia mencintai orang yang dicintai Allah.
2) Siapa mecintai orang yang dicintai Allah, maka ia akan mencintai sesuatu karena Allah.
3) Siapa yang mencintai sesuatu karena Allah, maka ia senang jika amalnya tidak diketahui oleh orang lain.”

Cinta kepada Allah ada dua macam, yaitu:
Yang bersifat harus; faktor inilah yang membangkitkan seorang hamba mengerjakan perintah-perintah-Nya, menjauhi larangan-larangan-Nya, dan ridha menerima takdir-Nya.
Yang bersifat anjuran; faktor inilah yang menggerakkan pelakunya rajin mengerjakan hal-hal yang disunnahkan dan menjauhi hal-hal syubhat.

Sabtu, 25 Maret 2017

ADAB BERJUMPA

ADAB BERJUMPA


كَانَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا تَلاَقَوْا تَصَافَحُوْا وَإِذَا قَدِمُوْا مِنْ سَفَرٍ تَعَانَقُوْا.

“Apabila Sahabat-Sahabat Rasulullah Saw saling berjumpa, maka mereka saling berjabat tangan, dan apabila mereka datang dari bepergian, mereka saling berpelukan.” [HR. Ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Ausath no. 97 dan Imam al-Haitsami berkata dalam kitab Majma’uz Zawaa-id VIII/36, “Para perawinya adalah para perawi tsiqah.”]

syaifuddin.manar@gmail.com

Jumat, 24 Maret 2017

ISTIDRAJ

Istidraj adalah kelebihan, anugrah, pemberian atau nikmat yg melimpah yg diberikan Allah pd seseorang yg berbuat durhaka kpd-Nya (bhs Jawa dilulu)

Diantara bentuk-bentuk istidraj :

1. Harta yang berlimpah padahal tidak pernah bersidekah.
2. Rizki berlipat-lipat, padahal jarang shalat dan terus berbuat maksiat.
3. Dikagumi, dan dihormat, padahal akhlak bejat.
4. Diikuti, diteladani dan diidolakan padahal mengumbar aurat dalam berpakaian.
5. Sangat jarang diuji sakit padahal dosa-dosa menggunung dan membukit.
6.Tidak pernah diberikan musibah padahal hidup sombong angkuh dan bedebah.
7. Anak-anak sehat-sehat, cerdas-cerdas padahal diberikan makan dari harta hasil culas.
8. Hidup bahagia penuh canda tawa padahal banyak orang karenanya ternoda dan terluka.
9. Karirnya terus menanjak padahal banyak orang yang diinjak-injak.
10. Semakin tua semakin makmur padahal berkubang dosa sepanjang umur.

Waspadalah terhadap keadaan yang demikian, karena itulah yang dinamakan istidraj. 

Firman Allah SWT :

_“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.”_ *(QS. Al-An’am: 44)*

Kamis, 23 Maret 2017

BEBERAPA PERKATAAN SAHABAT

Sahabat Ali bin Abi Thalib r.a. berkata: 

إِنَّ أَصْعَبَ الْأَعْمَالِ أَرْبَعُ خِصَالٍ الْعَفْوُ عِنْدَ الْغَضَبِ وَالْجُوْدُ فِى الْعُسْرَةِوَالْعِفَّةُ فِى الْخَلْوَةِ وَقَوْلُ الْحَقِّ لِمَنْ يَخَافُهُ أَوْ يَرْجُوهُ

“Amal yang paling sulit ada empat, yaitu: Memberi maaf ketika marah; Bermurah hati ketika dalam keadaan sulit; Iffah (memelihara diri dari yang haram) ketika sendirian; dan Mengatakan sesuatu yang haq, baik itu kepada orang yang diseganinya maupun orang yang mengharapkannya.”


Sahabat Khalid bin Walid r.a. berkata kepada Raja Persia :

جئتكم بقوم يحبون الموت كما تحبون الحياة

"Kami akan mendatangi kalian dengan kaum yang mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan."

syaifuddin.manar@gmail.com

Rabu, 22 Maret 2017

URGENSI ILMU DAN AMAL

Imam Hasan Al Bashri berkata :

العَامِلُ عَلَى غَيْرِ عِلْمٍ كَالسَّالِكِ عَلَى غَيْرِ طَرِيْقٍ وَالعَامِلُ عَلَى غَيْرِ عِلْمٍ مَا يُفْسِدُ اَكْثَرُ مِمَّا يُصْلِحُ فَاطْلُبُوْا العِلْمَ طَلَبًا لاَ تَضُرُّوْا بِالعِبَادَةِ وَاطْلُبُوْا العِبَادَةَ طَلَبًا لاَ تَضُرُّوْا بِالعِلْمِ فَإِنَّ قَومًا طَلَبُوْا العِبَادَةَ وَتَرَكُوْا العِلْمَ

“Orang yang beramal tanpa ilmu seperti orang yang berjalan bukan pada jalan yang sebenarnya. Orang yang beramal tanpa ilmu hanya membuat banyak kerusakan dibanding mendatangkan kebaikan. Hendaklah kalian menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh, namun jangan sampai meninggalkan ibadah. Gemarlah pula beribadah, namun jangan sampai meninggalkan ilmu. Karena ada segolongan orang yang rajin ibadah, namun mereka meninggalkan belajar.”

Selasa, 21 Maret 2017

JANGAN SOMBONG KARENA KEDUDUKAN DAN KEHORMATAN

Pd suatu hari Iman Hanafi berpapasan dg anak kecil yg memakai sepatu dari kayu. 

Imam Hanafi menyapa :"Hati-hati nak, dg sepatu kayumu, jangan sampai tergelincir."

Anak kecil itu tersenyum dan berterimakasih, lalu bertanya :"Siapakah Tuan ini?"

Iman Hanafi menjawab :"Sy Nu'man bin Tsabit."

Sahut si Anak :"Jadi Tuan inikah yg terkenal dg gelar Imamul 'A'dham (Imam Agung)?"

Jawab Imam Hanafi :"Bukan aku yg memberikan gelar itu, tetapi masyarakat yg berbaik sangka kepadaku (jawaban beliau merendah)."

Kata si Anak :"Wahai Imam berhati-hatilah dg gelar anda itu, jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka krn julukan itu.

Sepatu kayuku ini klo menggelincirkan aku hanya tergelincir di dunia.
Tetapi gelar Tuan bisa menggelincirkan di akhirat, berujung ke neraka klo seandainya gelar itu mengantarkan kpd kesombongan dan keangkuhan." Tukas si Anak.

Tiba-tiba Imam Hanafi, ulama agung yg diikuti banyak umat itu tersungkur menangis.
Beliau bersyukur dan tidak menyangka peringatan itu dtg dari lidah seorang bocah.

Syaifuddin.manar@gmail.com_210317

Jumat, 17 Maret 2017

NASEHAT IMAM SYAFI'I

NASEHAT - NASEHAT IMAM SYAFI'I :

1. Bila kamu tak tahan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan.

2. Berapa banyak manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafannya sedang ditenun.

3. Jangan cintai orang yang tidak mencintai Allah. Kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu.

4. Barangsiapa yang menginginkan Husnul Khatimah, Hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia.

5. Doa di saat tahajud adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran.

6. Siapa yang menasihatimu secara sembunyi-sembunyi maka ia benar-benar menasihatimu. Siapa yang menasihatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu.

7. Jadikan akhirat di hatimu, dunia di tanganmu, dan kematian di pelupuk matamu

Senin, 13 Maret 2017

ISLAM DAN SOSIALISME (Seri-2)

17 Ayat Tafsir KH. Ahmad Dahlan

Ayat (5)

ISLAM DAN SOSIALISME (Seri-2)

...  ؕ   وَالَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُوْنَهَا فِيْ  سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙ  فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ اَلِيْمٍ (٣٤) يَّومَ يُحْمٰى عَلَيْهَا فِيْ نَارِ جَهَـنَّمَ فَتُكْوٰى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوْبُهُمْ وَظُهُوْرُهُمْ  ؕ  هٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ فَذُوْقُوْا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُوْنَ (٣٥)  -التوبة-

"...Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih, (ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam Neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung, dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu." (QS. At-Taubah: 34 - 35)

       Pendapat KH.Ahmad Dahlan : ayat ini umum tdk hny mengancam org yg tdk zakat, artinya : barang siapa yg menyimpan harta benda utk kepentingan  sendiri (tdk suka mendermakan pd fii Sabilillah) itu juga mendapat siksa.

          Setelahnya ayat tsb di atas menerangkan dg jelas :

a. Melarang mengumpulkan dan menyimpan/ menumpuk-numpuk harta utk kepentingan diri sendiri.

b. Peritah membelanjakan harta bendanya di jalan Allah.

           Usaha-usaha dari satu golongan utk mengumpulkan harta benda yg  sebanyak-banyaknya serta menyimpan/ menumpuk-numpuk utk kepentingan diri sendiri dpt menimbulkan manusia mjd dua golongan :

1) Golongan Kaum Hartawan Kaya Raya yg berlomba-lomba hidup dlm kemewahan.

2) Golongan Kaum Fakir Miskin yg hidup dlm penderitaan jauh dari sandang pangan.

          Wahai umat Islam !!! marilah kita kembali di bawah bendera LAA ILAHA ILLALLAH. Bukankah kemajuan kebendaan yg sangat memuncak ini menimbulkan KEMUNDURAN-KEMUNDURAN RUHANI ?

        Manusia skg telah tenggelam dlm kehidupan dunia shg manusia tdk ingat lagi akibat yg akan datang.            
          
(Buku Ajaran KH.A. Dahlan oleh KH.R. Hajid)

syaifuddin.manar@gmail.com_130317

Sabtu, 11 Maret 2017

APAKAH ARTINYA AGAMA ITU (Seri-2)

17 Ayat Tafsir KH. Ahmad Dahlan

Ayat (4)

APAKAH ARTINYA AGAMA ITU (Seri-2)

         فاقم وجهك للدين حنيفا فطرت الله التى فطر الناس عليها لا تبديل لخلق الله ذلك الدين القيم ولكن اكثر الناس لايعلمون (الروم : ٣٠) 

 " Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (QS. Ar Rum : 31)

      Oleh krn itu Agama pd hakikatnya di dlm hati manusia. Bukti tanda org yg beragama itu, dpt dilihat pd lahirnya. Kami (KH. Hajid) telah meneliti paham yg demikian itu sesuai dg agama fitrah (kemanusiaan dan kesucian manusia), spt tersebut dlm surat Ar Rum ayat 30 tsb di atas.

        Utk menambah penjelasan ini, baiklah kita melihat kitab "Kanzul Ulum" bab Ad Dien dan bab Allah. Selain itu kita me lihat kitab "Muqaddimah Shoffatil Irfan" bab Agama Fitrah.

         Pd pokoknya kedua kedua kitab tsb menerangkan bahwa kita harus berani melawan hawa nafsu yg dipengaruhi oleh kebiasaan-kebiasaan.
(Buku Ajaran KH.A. Dahlan oleh KH.R. Hajid)

syaifuddin.manar@gmail.com_110317

Jumat, 10 Maret 2017

APAKAH ARTINYA AGAMA ITU (Seri-3)

17 Ayat Tafsir KH. Ahmad Dahlan

Ayat (4)

APAKAH ARTINYA AGAMA ITU (Seri-3)

         فاقم وجهك للدين حنيفا فطرت الله التى فطر الناس عليها لا تبديل لخلق الله ذلك الدين القيم ولكن اكثر الناس لايعلمون (الروم : ٣٠) 

 " Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (QS. Ar Rum : 31)

         Permulaan rahasia Kalimat Thoyyibah : LAA ILAAHA ILLALLAH ialah mena'kidkan,  meniadakan, membuang, menghilangkan apa saja yg mempengaruhi hati.

         LAA ILAAHA artinya : tdk ada yg dipertuhankan/ didewa-dewakan, tdk ada yg mempengaruhi hati.

        ILLALLAH artinya : kecuali Allah 

        Hendaklah hati kosong bersih, setelah spt semula di waktu lahir di dunia. Baru menyerahkan diri kpd Allah.
          Arti Tauhid hanya satulah yg dimuliakan, yg dicintai, yg ditakuti, yg ditaati ialah Allah.

         Apakah arti Syahadat? itulah sumpah, itulah ikrar, itulah perjanjian yg wajib kita pegang teguh, dan wajib kita pertahankan sampai mati.

        Kemudian apakah arti shalat? itulah jiwa yg sungguh menghadap kpd Allah, berpling dari lainnya. Tdk terpengaruh harta benda shg berani memberikan harta benda kpd jalan Allah, menurut (taat) hukum Allah.

     APAKAH SUDAH CUKUP MENJADI MUSLIM APABILA IA TELAH MEMBERIKAN ZAKAT?

(Buku Ajaran KH.A. Dahlan oleh KH.R. Hajid)

syaifuddin.manar@gmail.com_110317

Rabu, 08 Maret 2017

ORANG YG MENDUSTAKAN AGAMA (Seri-3)

17 Ayat Tafsir KH. Ahmad Dahlan

Ayat (3)

ORANG YG MENDUSTAKAN AGAMA (Seri-3)

          Inilah surat yg telah pernah menggemparkan masyarakat terutama di kampung Kauman Jogjakarta, ketika KH.
 Ahmad Dahlan menafsirkan surat ini, Surat Al Ma'un 1 - 7 :

ارءيت الذى يكذب بالدين (١) فذلك الذى يدع اليتيم (٢) ولا يحض على طعام المسكين (٣)  فويل للمصلين (٤) الذين هم عن صلاتهم ساهون (٥) الذين هم يراءون (٦) ويمنعون الماعون (٧) ...( الماعون : ١-٧)

1 - Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
2 - Itulah orang yang menghardik anak yatim,
3 - dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
4 - Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
5 - (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
6 - orang-orang yang berbuat riya,
7 - dan enggan (menolong dengan) barang bergun1a.
(QS. Al Ma'un : 1 - 7)

         Sekarang bagaimanakah pandangan KH. Ahmad Dahlan thd ayat-syat surat Al Ma'un ini?
         KH. Ahmad Dahlan pernah menerangkan cara org mempelajari Al Qur'an yaitu : apabila satu dua tiga ayat, dibaca dg tartil dan tadabbur/  difikirkan :
1. Bagaimana arti ayat ?
2. Bagaimana tafsir keterangannya ?
3. Bagaimanakah maksudnya ?
4. Apakah ini larangan dan apakah kamu sdh meninggalkan larangan ini ?
5. Apakah ini perintah yg wajib dikerjakan ? sdh kah kita menjalankan ? Bila mana blm dpt menjalankan dg sesungguhnya maka tdk perlu membaca ayat-ayat yg lainnya.

       Hendaklah dua tiga ayat ini siang mlm selalu difikirkan sungguh dan perlu kita musyawarahkan bersama kawan-kawan akan dikerjakankah ayat ini ? atau bagaimanakah cara mengerjakannya ? dan apakah rintangan-rintangan yg menghalangi utk mengerjakan ayat ini ? kpn ayat ini kita amalkan ?

        Apabila sekali hidup kami tetapkan sbg org yg mendustakan agama dan akibatnya masuk neraka, apakah kita tdk rugi ? apakah kita msh merasa selamat dari api neraka ? dan apakah tdk takut akan siksa neraka ? apakah msh mendustakan dan msh blm percaya ?

       Inilah salah satu unsur yg menggoncangkan hati KH. Ahmad Dahlan utk merobah kemauan, betulkah kita sbg org Islam yg berani menyerahkan harta dan jiwa raganya di bawah hukum Allah ?
         
(Buku Ajaran KH.A. Dahlan oleh KH.R. Hajid)

syaifuddin.manar@gmail.com_080317

Selasa, 07 Maret 2017

ORANG YG MENDUSTAKAN AGAMA (Seri-2)

17 Ayat Tafsir KH. Ahmad Dahlan

Ayat (3)

ORANG YG MENDUSTAKAN AGAMA (Seri-2)

          Inilah surat yg telah pernah menggemparkan masyarakat terutama di kampung Kauman Jogjakarta, ketika KH.
 Ahmad Dahlan menafsirkan surat ini, Surat Al Ma'un 1 - 7 :

ارءيت الذى يكذب بالدين (١) فذلك الذى يدع اليتيم (٢) ولا يحض على طعام المسكين (٣)  فويل للمصلين (٤) الذين هم عن صلاتهم ساهون (٥) الذين هم يراءون (٦) ويمنعون الماعون (٧) ...( الماعون : ١-٧)

1 - Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
2 - Itulah orang yang menghardik anak yatim,
3 - dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
4 - Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
5 - (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
6 - orang-orang yang berbuat riya,
7 - dan enggan (menolong dengan) barang bergun1a.
(QS. Al Ma'un : 1 - 7)

         
        Adapun shalat kita itu hny sekedar menggoyangkan bibir, utk membaca serta menggoyangkan anggota badan, sedangkan hatinya utk memilih kehidupan dunia, mencintai harta benda, shalat kita yg spt ini blm akan diterima, bahkan akan disiksa di neraka weil di hari kemudian, krn shalat kita hny utk riya'/ memperlihatkan kpd org lain, shalat yg hny krn kebiasaan mnrt masyarakat sekitarnya, shalat tdk timbul krn Allah, krnnya shalat yg demikian itu tdk menimbulkan kesucian hati yg sehingga (dpt) menolong org miskin dan anak yatim.

        Apabila kita msh menghambakan diri kpd nafsu, mencintai harta benda yg berlebih-lebihan, tdk suka memperhatikan nasib anak-anak yatim, maka kita msh tetap akan dikatakan sbg org yg mendustakan agama, yg akan dimasukkan ke neraka weil, walaupun kita mengaku org yg sdh menjalankan shalat.
(Buku Ajaran KH.A. Dahlan oleh KH.R. Hajid)

syaifuddin.manar@gmail.com_070317

Senin, 06 Maret 2017

ORANG YG MENDUSTAKAN AGAMA (Seri-1)

17 Ayat Tafsir KH. Ahmad Dahlan

Ayat (3)

ORANG YG MENDUSTAKAN AGAMA (Seri-1)

Inilah surat yg telah pernah menggemparkan masyarakat terutama di kampung Kauman Jogjakarta, ketika KH.
 Ahmad Dahlan menafsirkan surat ini, Surat Al Ma'un 1 - 7 :

ارءيت الذى يكذب بالدين (١) فذلك الذى يدع اليتيم (٢) ولا يحض على طعام المسكين (٣)  فويل للمصلين (٤) الذين هم عن صلاتهم ساهون (٥) الذين هم يراءون (٦) ويمنعون الماعون (٧) ...( الماعون : ١-٧)

1 - Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
2 - Itulah orang yang menghardik anak yatim,
3 - dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
4 - Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
5 - (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
6 - orang-orang yang berbuat riya,
7 - dan enggan (menolong dengan) barang bergun1a.
(QS. Al Ma'un : 1 - 7)

         Setelah kita memperhatikan ayat-ayat ini, maka timbul pertanyaan dlm diri kita, apakah kita ini sama mengaku org yg beragama? Sesudahkah kita ingat kpd Allah dan mengerjakan shalat?

          Ayat ini sdh jelas bhw org yg spt kita ini belum diakui telah percaya dan menjalankan agama, bahkan msh ditetapkan org yg mendustakan agama, apabila msh mencintai kebiasaan, cinta kpd harta benda dan tdk memperhatikan nasib anak yatim dan tdk menganjurkan memberi makan kpd org miskin.

(Buku Ajaran KH.A. Dahlan oleh KH.R. Hajid)

syaifuddin.manar@gmail.com_060317

Minggu, 05 Maret 2017

JANGAN MELIHAT SESEORANG DARI MASA LALUNYA

Jangan melihat masa lalu:

1) Jangan melihat seseorang dari masa lalunya. Berilah kesempatan seseorang untuk berubah. Karena seseorang yang hampir membunuh Rasul pun kini terbaring disebelah makam beliau yaitu Sahabat Umar Al Khattab.
   
2) Jangan melihat seseorang dari masa lalunya. Seseorang yang pernah berperang melawan agama Allah pun akhirnya menjadi pedang-nya Allah (saifullah) yaitu sahabat Khalid bin Walid.

syaifuddin.manar@mail.com

Rabu, 01 Maret 2017

MEMBERSIHKAN DIRI (Seri-3)

17 Ayat Tafsir KH. Ahmad Dahlan

Ayat (1)

MEMBERSIHKAN DIRI (Seri-3)


أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ ..(الجاثية :٢٣)

"Taukah engkau org yg mengambil hawa nafsunya di jadikan sesembahan (Tuhan) nya?" (QS. Al Jatsiyah : 23)


Bagaimana cara membersihkan hawa nafsu?

Menurut KH. Ahmad Dahlan cara membersihkan hawa nafsu ada beberapa jalan,
1. Dengan ingat kpd Allah (dzikrullah).
2. Dengan shalat.
3. Dengan memikiran bahaya akhirat.

Nabi Muhammad Saw mengajarkan ayat-ayat dan Sunnah Nabi dlm membersihkan hawa nafsu mereka; ialah membersihkan hawa nafsu mereka dari kufur, berhala sesembahan mereka (selain kpd Allah), bersih dari akhlak yg busuk, rendah, sifat yg tercela, bersih dari sifat hewan, bersih dari dosa-dosa, was-was, perbuatan jahat.  (Buku Ajaran KH.A. Dahlan oleh KH.R. Hajid)

syaifuddin.manar@gmail.com_010317