Selasa, 28 Februari 2017

MEMBERSIHKAN DIRI (Seri-2)

17 Ayat Tafsir KH. Ahmad Dahlan

Ayat (1)

MEMBERSIHKAN DIRI (Seri-2)

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ ... (الجاثية :٢٣)

"Taukah engkau org yg mengambil hawa nafsunya di jadikan sesembahan (Tuhan) nya?" (QS. Al Jatsiyah : 23)


Setelah beliau (KH. Ahmad Dahlan) tafakur (berfikir-fikir) seraya muhasabah (meneliti) amal-amal umat Islam dan murokobah (mengawasi hawa nafsu diri sendiri), maka beliau berpendapat sbgmn pendapat para ulama tasawuf spt Imam Ghozali dll.

Ialah umat Islam tak akan bahagia di dunia dan di akhirat, apabila tdk dpt melawan hawa nafsunya, shg tunduk kpd Al Qur'an dan Al Hadits.

Menuruti hawa nafsu itu pokok pangkal kebusukan, sebaliknya takwa atau takut pd Allah adl pokok pangkal kebahagiaan dunia-akhirat.

Takwa kpd Allah ialah pokok pangkal segala kebajikan, dan menuruti hawa nafsu pokok pangkal segala keburukan.

(Buku Ajaran KH.A. Dahlan oleh KH.R. Hajid)

syaifuddin.manar@gmail.com_280217

Senin, 27 Februari 2017

MEMBERSIHKAN DIRI (Seri-1)

17 Ayat Tafsir KH. Ahmad Dahlan

Ayat (1)

MEMBERSIHKAN DIRI (Seri-1)

افرءيت من اتخز الهه هوىه (الجاثية :٢٣)
"Taukah engkau org yg mengambil hawa nafsunya di jadikan sesembahan (Tuhan) nya?" (QS. Al Jatsiyah : 23)

Mari kita pertimbangkan keterangan-keterangan para ulama dg pendapat KH. Ahmad Dahlan dlm ayat ini,

Kita manusia dilarang menghambakan diri kpd siapa pun atau benda apa pun jua, kecuali hny kpd Allah semata. Barang siapa yg menghambakan diri kpd hawa nafsunya artinya mengerjakan apa saja yg diinginkan dg didorong oleh hawa nafsunya, itu musyrik namanya.

Kaum musyrikin menyembah berhala krn menuruti kebiasaan yg dibuat oleh org tua dan nenek moyangnya, dimana mereka itu sama patuh mengikuti bisikan hawa nafsunya, dan mereka sama mengikuti jejak kebiasaan yg berlaku di dlm masyarakat sekitarnya.

Barang siapa yg berbuat mengikuti kebiasaan yg menyalahi hukum Allah yg Maha Agung itu, itulah yg disebut menyembah hawa nafsu.

Pada hal kita manusia tdk diperbolehkan menaruh rasa cinta kasih kpd siapa pun juga melebihi rasa cinta kasihnya kpd Allah yg Maha Kasih Sayang. Dan akan diancam berat oleh siksanya.
(Buku Ajaran KH.A. Dahlan oleh KH.R. Hajid)

syaifuddin.manar@gmail.com_270217

Sabtu, 25 Februari 2017

Tiga PERKARA YG MENGHANCURKAN

Tiga PERKARA YG MENGHANCURKAN

ثلاث مهلكات: فشح شديد، وهوى متبع، واعجاب المرء بنفسه. 

Tiga hal yang meghancurkan:

1. Terlalu kikir. 

2. Menuruti hawa nafsu. 

3. Membanggakan diri sendiri.

Ungkapan di atas berdasarkan hadits Nabi Saw riwayat Imam Tirmidzi yg dishahihkan oleh Syekh Syuaib Al Arnauth. 

syaifuddin.manar@gmail.com_250217

Jumat, 24 Februari 2017

RASA TAKUT KEPADA ALLAH


MENJADI UNGGUL KARENA RASA TAKUT KEPADA ALLAH
(Kisah inspiratif)


Suatu saat Abdullah bin Mubarok seorang ulama besar dari Baghdad bertandang ke kota Nabi Madinah Al Munawwarah.

Waktu itu beliau disambut oleh seorang ulama besar kota Madinah yakni Al Qasim bin Muhammad. Beliau adl cucu sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq Ra.

Pada suatu hari disela kunjungan tersebut Abdullah bin Mubarok diajak oleh Al Qasim bin Muhammad menyusuri lorong-lorong kota Madinah yg disebut juga kota At Thaiba itu.

Beliau berdua berjalan didampingi beberapa orang. Saat menyusuri kota Madinah, Al Qasim bin Muhammad bergumam dlm hati; mengapa Abdullah bin Mubarak menjadi ulama yg lebih unggul dan lebih dikenal masyarakat dari pd dirinya.

Klo Abdullah bin Mubarak shalat, Al Qasim bin Muhammad juga shalat. Klo Abdullah bin Mubarok puasa, zakat, haji, sedekah dsb Al Qasim juga sama spt itu. Lalu apakah yg menyebabkan dia lebih unggul dan lebih terkenal dari dirinya?

Pertanyaan itu menggelayut di hati Al Qasim bin Muhammad dan blm ditemukan jawabanya.

Sampai pd suatu saat rombongan itu singgah di sebuah kedai makan, mereka beristirahat utk makan malam setelah sesore itu menyusuri lorong-lorong kota Nabi Saw tsb.

Pd waktu mereka menanti hidangan yg dipesan, tiba-tiba lampu padam shg suasana jadi gelap gulita dan hening. Kemudian ada yg mencari penerang utk mengusir suasana gelap tsb.

Pd waktu lampu penerang itu disulut dan suasana kembali terang benerang, orang-orang menyaksikan Abdullah bin Mubarok janggutnya basah krn air mata yg meleleh dari kedua matanya. Al Qasim bin Muhammad melihat kondisi tersebut, yakni Abdullah menangis. Air mata Abdullah bin Mubarok meleleh ternyata krn saat lampu padam beliau merasa takut kpd Allah Swt krn ingat gelapnya Alam Kubur.

Maka kejadian itu menjadi jawaban bg pertanyaan Al Qasim bin Muhammad mengapa Abdullah bin Mubarok lebih unggul dari dirinya. Ternyata beliau lebih unggul krn dampak rasa takutnya kpd Allah.

Khouf dan khosyah (rasa takut) kpd Allah adl bukti dari Ma'rifatullah (mengenal Allah). Dengan rasa takut kpd Allah yg berdampak takut meninggalkan perintah dan takut menerjang larangan menjadikan seseorang unggul di sisi Allah dan unggul di sisi hamba-hamba-Nya.

syaifuddin.manar@gmail.com_240217

Kamis, 23 Februari 2017

JUJUR MUJUR

Seorang Tukang Kebun yg Jujur

Pd masa Tabiut Tabiin hidup seorang yg bernama Mubarok, seorang tukang kebun. Penjaga kebun apel milik orang kaya di kota Baghdad. Mubarok bekerja di kebun tsb sdh 3 tahun lamanya.

Pd suatu saat majikan Mubarok kedatangan tamu istimewa, seorang yg berpengaruh di kota Baghdad. 

Utk menjamu tamu tsb majikan Mubarok memanggil Mubarok dan menyuruhnya memetik apel yg paling ranum dan manis.

Mubarok memetik apel yg diperintahkan majikannya tsb dan disuguhkan kpd tamu istimewa itu. Ternyata apel yg disuguhkan rasanya asem (kecut). Majikannya sangat marah dan disuruh memetik kembali. Sampai 3 kali petik apel tetap asem.

Majikannya sangat marah kpd Mubarok krn malu dg tamunya. Di tengah kemarahan yg memuncak si majikan mengumpat Mubarok; kebangetan, bodoh masak 3 tahun kerja di kebun apel tdk bisa membedakan antara apel manis dan asem.

Ditengah umpatan dan makian tsb Mubarok bilang terus terang kpd majikannya bhw dirinya selama kerja 3 tahun di kebun apel tsb, blm pernah sekalipun merasakan apel di kebun itu. Krn perjanjian awalnya adl menjaga kebun apel bukan makan apel, maka dia tdk pernah makan sebuah apel pun walau setiap hari menjaga apel.

Dengan jawaban Mubarok yg jujur tsb majikannya merasa heran bercampur takjub pd akhirnya majikan Mubarok semakin menghargainya dan mempercayainya. 

Penghargaan majikan kpd Mubarok krn kejujurannya sampai mengantarkan Mubarok menjadi tempat konsultasi majikannya dlm masalah-masalah agama. Belum lagi prilaku, keshalihan dan ibadah Mubarok memang unggul.


Saat Datang Kemujuran

Pd suatu ketika anak perempuan majikan Mubarok dilamar beberapa orang pria. Ditengah kebingungan siapa yg akan diterima lamarannya, majikan tsb konsultasi kpd Mubarok. 

Mubarok memberi jawaban kpd majikannya bhw orang kalau orang Yahudi menikahkan anak pertimbangannya adl harta, orang Nasrani adl keturunannya, orang Majusi adl parasnya. Sedangkan orang muslim maka menikahkan anak pertimbangannya adl agamanya.

Akhirnya majikannya menolak semua pelamar. Dan majikan tsb menikahkan anak perempuannya dg Mubarok, tukang kebunnya sendiri.

Pernikahan Mubarok seorang tukang kebun yg jujur dg anak majikannya kemudian melahirkan seorang anak yg kelak menjadi ulama besar, shalih, kaya raya dan ahli juhad fii sabilillah yaitu ABDULLAH BIN MUBAROK.

Itulah buah kejujuran; memang betul jujur itu menjadi mujur.

syaifuddin.manar@gmail.com

Selasa, 21 Februari 2017

KEHIDUPAN ISLAMI WARGA MUHAMMADIYAH

Dalam Akhlaq (Seri-1)

Setiap warga Muhammadiyah dituntut utk meneladani prilaku Nabi dlm mempraktekkan akhlaq mulia, shg menjadi uswah hasanah yg diteladani oleh sesama berupa sikap sidiq, amanah, tabligh dan fathanah.

Setiap warga Muhammadiyah dlm melakukan amal dan kegiatan hidup harus senantiasa didasarkan pd niat yg ikhlas dlm wujud amal-amal shalih dan ihsan, serta menjauhkan diri dari perilaku ria', sombong, ishraf, fasad, fahsya' dan kemungkaran.
(Sumber : PHIWM, hal. 14_SM)

syaifuddin.manar@gmail.com_210217

Senin, 20 Februari 2017

Kata Mutiara Ahli Hikmah

Beberapa Kata Mutiara Ahli Hikmah :

Kata Mutiara 1:

Penuhilah hatimu dengan kecintaan terhadap saudaramu niscaya akan menyempurnakan kekuranganmu dan mengangkat derajatmu di sisi Allah


Kata Mutiara 2 :

Barang siapa Semakin mengenal kepada Allah niscaya akan semakin takut. 


Kata Mutiara 3 :

Barang siapa yang tidak mau duduk dengan orang beruntung, bagaimana mungkin ia akan beruntung dan barang siapa yang duduk dengan orang beruntung bagaimana mungkin ia tidak akan beruntung. 


Kata Mutiara 4 :

Barang siapa menjadikan kematiaannya sebagai pertemuan dengan sang kekasih (Allah), maka kematian adalah hari raya baginya. 


Kata Mutiara 5 :

Barang siapa percaya pada Risalah (terutusnya Rasulullah), maka ia akan mengabdi padanya. 
Dan barang siapa percaya pada risalah, maka ia akan menanggung (sabar) karenanya. 
Dan barang siapa yang membenarkan risalah, maka ia akan mengorbankan jiwa dan hartanya untuknya.

Kata Mutiara Ahli Hikmah

Beberapa Kata Mutiara Ahli Hikmah :

Kata Mutiara 1:

Penuhilah hatimu dengan kecintaan terhadap saudaramu niscaya akan menyempurnakan kekuranganmu dan mengangkat derajatmu di sisi Allah


Kata Mutiara 2 :

Barang siapa Semakin mengenal kepada Allah niscaya akan semakin takut. 


Kata Mutiara 3 :

Barang siapa yang tidak mau duduk dengan orang beruntung, bagaimana mungkin ia akan beruntung dan barang siapa yang duduk dengan orang beruntung bagaimana mungkin ia tidak akan beruntung. 


Kata Mutiara 4 :

Barang siapa menjadikan kematiaannya sebagai pertemuan dengan sang kekasih (Allah), maka kematian adalah hari raya baginya. 


Kata Mutiara 5 :

Barang siapa percaya pada Risalah (terutusnya Rasulullah), maka ia akan mengabdi padanya. 
Dan barang siapa percaya pada risalah, maka ia akan menanggung (sabar) karenanya. 
Dan barang siapa yang membenarkan risalah, maka ia akan mengorbankan jiwa dan hartanya untuknya.

Minggu, 19 Februari 2017

KEHIDUPAN ISLAMI WARGA MUHAMMADIYAH

Dalam Aqidah

Setiap warga Muhammadiyah harus memiliki prinsip hidup dan kesadaran imani berupa tauhid kpd Allah Swt yg benar, ikhlas dan penuh ketundukan shg terpancar sbg Ibadurrahman yg menjalani kehidupan dg benar-benar menjadi mukmin, muslim muttaqin dan muhsin yg paripurna.

Setiap warga Muhammadiyah wajib menjadikan iman dan tauhid sbg sumber seluruh kegiatan hidup, tdk boleh mengingkari keimanan berdasarkan tauhid itu, dan tetap menjauhi serta menolak syirik, takhayyul, bid'ah dan khurafat yg menodai iman dan tauhid kpd Allah Swt.
(Sumber : PHIWM, hal. 13_SM)

syaifuddin.manar@gmail.com_190217

Sabtu, 18 Februari 2017

DOA MALAIKAT UTK ORG YG BERINFAK

Dari Abu Hurairah Ra, ia berkata bahwa Nabi Saw bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

“Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak.” Malaikat yang lain berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Malaikat adalah hamba Allah yg selalu taat kpd Allah Swt dan tdk pernah bermaksiat kpd-Nya. Tentunya do'a para malaikat akan didengar dan dikabulkan oleh Allah.

Nabi Saw dg hadits tersebut memberikan motifasi kpd umatnya agar tergugah utk berinfak. Beliau menggugah semangat dg menginformasikan ttg do'a malaikat kpd orang-orang yg mau berinfak akan mendapatkan ganti dan yg tdk berinfak akan mendapatkan kebangkrutan.

Mari berinfak...baik secara rahasia ataupun terang-terangan.

(syaifuddin.manar@gmail.com_180217)

Rabu, 15 Februari 2017

KATA MUTIARA IMAM HASAN AL BASHRI

Kata mutiara 1

“Diantara tanda berpalingnya Allah Swt dari seorang hamba adalah Allah menjadikan kesibukannya pada hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.”


Kata mutiara 2

“Semoga Allah merahmati seorang hamba yang merenung sejenak sebelum melakukan suatu amalan. Jika niatnya adalah karena Allah, maka ia melakukannya. Tapi jika niatnya bukan karena Allah maka ia mengurungkannya.”


Kata mutiara 3

“Saya belum menemukan dalam ibadah, sesuatu yang lebih sulit dari pada shalat di tengah malam.”


Kata mutiara 4

Seorang pemuda mendatangi Imam Hasan Al Bashri dan mengadukan masalah yang sedang ia hadapi kepadanya. Pemuda tersebut berkata, “Saya telah berusaha untuk bisa menjaga shalat malam, akan tetapi sampai saat ini saya masih belum mampu untuk melaksanakannya.” 

Hasan Al Bashri menjawab, “Dosa-dosamu telah menghalangimu untuk melakukannya.


Kata mutiara 5

“Wahai anak Adam, juallah duniamu untuk akhiratmu, niscaya kamu untung di keduanya, dan janganlah kamu jual akhiratmu untuk duniamu, karena kamu akan rugi di keduanya. Singgah di dunia ini sebentar, sedangkan tinggal di akhirat sana sangatlah panjang.”

Selasa, 14 Februari 2017

BECIK KETITIK ALA KETARA

Di pusat kota Jepara ada sebuah masjid yg terletak berhadapan dg Alun-alun kota Jepara. 

Pd th1990-an sekian, takmir masjid saat menghitung kotak infak hari jum'at senantiasa berfikir dan bertanya-tanya; perkaranya di kotak infak tsb ada uang 50 ribuan ditengah uang-uang recehan.

uang 50 ribuan yg tidak memiliki teman itu senantiasa ada dikotak infak tiap hari jum'at dan hal itu berjalan bertahun-tahun. Tiada yg tau siapakah gerangan yg berinfak. Adanya uang 50 ribuan tiap jum'at yg tdk diketahui siapa yg berinfak sdh menjadi berita di masyarakat. Dan masyarakat juga tdk tau siapa orang yg murah hati yg berinfak tsb.

Hingga pada suatu saat ada seorang pemilik rumah makan di dekat Alun-alun kota Jepara meninggal dunia. 
Beliau adl seorang haji yg aktif berjamaah di msjid dekat Alun-alun tsb.

Sejak meninggalnya pak haji pemilik rumah makan itu, uang 50 ribuan yg ada di kotak infak itupun tdk muncul lagi setiap hari jum'at seperti biasanya.

Sejak itulah Takmir masjid dan masyarakat baru tau bhw yg berinfak uang 50 ribuan itu adl pak haji, pemilik rumah makan di seberang masjid dekat Alun-alun Jepara tsb.

Maka tepat ungkapan pepatah jawa "Becik ketitik Ala ketara"

Perlu diketahui pak haji tsb adl salah seorang warga Muhammadiyah Jepara, yg rumahnya sering utk transit dai-dai Muhammadiyah dari luar kota Jepara utk bertabligh di kota ukir tsb.

Kisah ini sebagaiman dituturkan oleh Ust. Yunahar Ilyas saat pengajian Kamis Pagi di kantor PP. Muhammadiyah. (Sanad dan riwayat SHAHIH). 

Minggu, 12 Februari 2017

Hati Adalah Cermin

Berkata Ulama Tazkiyah :

"Hati adalah seperti cermin. Ia akan mewujudkan apa saja yang tersimpan di dalam hati seseorang.

Jika hati seorang menyimpan perasaan yang bersih maka penampilan orang itu akan menarik perhatian orang lain karena perilakunya yang terpuji.

Kalau hatinya kotor, maka perilaku orang itu bagaikan asap yang gelap. Sehingga budi pekertinya selalu akan condong kepada keburukan." (Syaikh Umar bin Hafidz)

Sabtu, 11 Februari 2017

DIANTARA MACAM JIHAD ADALAH MENUNTUT ILMU

Menuntut Ilmu adalah salah satu macam dari macam-macam Jihad. Disamping jihad di medan peperangan.

Hal itu berdasarkan firman Allah Ta’ala:

وَلَوْ شِئْنَا لَبَعَثْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ نَذِيرًا (51) فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا (52)

“Dan andaikata Kami menghendaki benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan (rasul). Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengannya (Al Quran) dengan jihad yang besar” (QS. Al Furqon: 51-52).

Ibnul Qayyim berkata dalam Zaadul Ma’ad: “Surat ini adalah Makkiyyah (turun sebelum Nabi Saw berhijrah, -pen). Di dalam ayat ini berisi perintah berjihad melawan orang kafir dengan hujjah dan bayan (dengan memberi penjelasan atau ilmu, karena saat itu kaum Muslimin belum punya kekuatan berjihad dengan senjata, -pen). 
.....Bahkan berjihad melawan orang munafik itu lebih berat dibanding berjihad melawan orang kafir. Jihad dengan ilmu inilah jihadnya orang-orang yang khusus dari umat ini yang menjadi pewaris para Rasul.”

Begitu pula berdasarkan Hadits Nabi Saw:

مَنْ جَاءَ مَسْجِدِى هَذَا لَمْ يَأْتِهِ إِلاَّ لِخَيْرٍ يَتَعَلَّمُهُ أَوْ يُعَلِّمُهُ فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الْمُجَاهِدِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَمَنْ جَاءَ لِغَيْرِ ذَلِكَ فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الرَّجُلِ يَنْظُرُ إِلَى مَتَاعِ غَيْرِهِ

“Siapa yang mendatangi masjidku (Masjid Nabawi), lantas ia mendatanginya hanya untuk niatan baik, yaitu untuk belajar atau mengajarkan ilmu di sana, maka kedudukannya seperti mujahid di jalan Allah. Jika tujuannya tidak seperti itu, maka ia hanyalah seperti orang yang menilik-tilik barang lainnya.” (HR. Ibnu Majah).

من خرج لطلاب العلم غهو فى سبيل الله حتى يرجع 

"Siapa yang keluar (rumah) utk menuntut ilmu maka dia berada di jalan Allah (Sabilillah) sampai dia pulang kembali." (HR. Muslim).

Jumat, 10 Februari 2017

RELIGIUSITAS KIYAI DAHLAN

Dikisahkan Abdur Rasyid Sutan Manshur atau AR. Sutan Manshur seorang dai dari Sumatra Barat telah mendegar kisah tentang Kiyai Dahlan. Seorang pembaharu Islam dari Kauman Jogjakarta.

AR. Sutan Manshur tertarik dg berita ttg Kiyai Dahlan dan dakwah pembaharuan yg beliau usung dan beliau berharap bisa berjumpa dg Kiyai pembaharu tsb.

Pd waktu AR. Sutan Manshur tinggal di Pekalongan, tdk pernah di duga ternyata waktu itu ada berita bhw Kiyai Dahlan akan bertabligh di kota batik tsb.

Pd waktu yg direncanakan tabligh Kiyai Dahlan tersebut terwujud. Pd waktu tsb AR. Sutan Manshur ikut menyempatkan hadir, apalagi sdh lama beliau berharap bisa bertemu Kiyi Dahlan.

Tabligh Kiyai Dahlan betul-betul memukau beliau, krn dlm Tabligh tsb Kiyai Dahlan sangat fasih membawaka Al Qur'an dan Hadits dan membawakan semangat tajdid dan kemajuan Islam.
Dlm hati beliau ada keinginan utk bergabung dg ajakan dakwah tsb. Tetapi niat itu tdk segera di wujudkan waktu itu juga. AR. Sutan Manshur ingin melihat lebih dekat kepribadian Kiyai Dahlan dan religiusitas beliau.

Akhirnya dari Pekalongan Sutan Manshur pergi ke Jogja. Sesampai di Jogja beliau sengaja njujuk Masjid Gede Kauman jam 2 dini hari. 

Sesampai di Masjid Gede beliau menjumpai Kiyai Dahlan sdh berada di Masjid dlm kondisi berdzikir dan bertafakkur....Beliau mendapatkan kondisi tersebut dan mendapatkan kemantapan utk bergabung dg Muhammadiyah krn religiusitas Kiyai Dahlan.

Sepulang dari perjumpaan dg Kiyai Dahlan beliau pulang ke Sumatra Barat dan mendirukan Muhammadiyah Konsulat Sumatra Barat. Hal itu karena takjub dg religiusitas Kiyai Dahlan.

Kamis, 09 Februari 2017

AKIBAT TIDAK PANDAI BERSYUKUR

Suatu ketika Syaikh Yunus bin Ubaid, seorang alim dan ahli ibadah, di datangi oleh seorang yg miskin. Tamu tersebut datang utk mengeluhkan kemiskinan yg menimpanya.

Seorang yg miskin tadi bertanya kpd Syaikh Yunus setengah menggugat Allah SWT yg mengujinya dg kemiskinan.

Terjadi dialog antara Si miskin (M) dg Syaikh Yunus bin Ubaid (Y) :

(M) : "Syaikh seluruh tetanggaku hidup layak, makmur dan kecukupan, tetapi aku hidup miskin penuh kekurangan. Dimana keadilan Allah?"

(Y) : "Wahai kisanak...engkau punya dua pasang mata yg dengannya engkau bisa melihat keindahan alam yg dihamparkan oleh Allah. Bolehkan seandainya kedua matamu dibeli dg 10.000 dirham?

(M) : " Tdk boleh".

(Y) : "Engkau mempunyai dua pasang telinga yg dengannya engkau bisa mendengar suara yg merdu, bacaan Al Qur'an, suara anak istrimu.... Bolehkan seandainya kedua telingamu dibeli dg 10.000 dirham?

(M) : " Tdk boleh".

(Y) : "Engkau mempunyai dua pasang tangan yg dengannya engkau bisa bekerja utk memberi nafkah pd anak istrimu.... Bolehkan seandainya kedua tanganmu dibeli dg 10.000 dirham?

(M) : "Tdk boleh".

(Y) : "Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan kekayaan yg tdk ternilai kpdmu, namun krn engkau tdk pandai bersyukur akibatnya engkau merasa miskin.

Senin, 06 Februari 2017

Adab ketika Sakit Menurut Imam al-Ghazali

Di antara kenikmatan yang kerap terlupakan selain waktu luang adalah kesehatan. 

Manusia seringkali baru merasakan besarnya anugerah kesehatan ketika ia ditimpa sakit. 

Ini mirip kala orang mulai menganggap nilai penting cahaya saat ia diliputi situasi gelap. 

Jika sudah tertimpa sakit, memang tak ada gunanya mengeluh atau menyesali keadaan. 

Pilihan yang paling masuk akal adalah menjadikan keadaan tersebut sebagai momen berharga bagi perbaikan diri.

Dalam kitab _al-Adab fid Dîn_, Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Ghazali mencatat beberapa ada yang harus dilakukan oleh seseorang ketika menderita sakit.

1) Memperbanyak ingat kematian (al-iktsâr min dzikril maut). Meski tidak selalu, sakit sering menjadi tanda seseorang akan menemui ajal.   

2) Memantapkan diri untuk bertobat dari kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan. 

3) Tidak berhenti memuji Allah, memanjatkan kerendahhatian diri dan doa. Bermujahadah disertai dengan sikap tawadhu' akan membuat sakit bukan semata penderitaan melainkan jembatan yang sangat bernilai bagi peningkatan mutu ketakwaan. 

4) Menampakkan diri sebagai pribadi yang lemah dan butuh kepada Allah. Sakit adalah di antara sekian banyak gejala bahwa manusia memiliki kelemahan. 

5) Berobat namun tanpa meninggalkan permohonan kesembuhan kepada Sang Pembuat Obat. 

6) Menampakkan rasa syukur ketika sedang kuat. Artinya, sisa energi yang masih ada mesti disyukuri karena itu berarti masih ada anugerah kesehatan di tengah kondisi sakit. 

7) Sedikit mengeluh. Mengeluh adalah hal yang manusiawi kala seseorang menderita sakit. Namun menjadi tak wajar ketika keluhan tersebut diumbar terus-menerus. 

8) Menghindari jabat tangan. Kalimat ini bisa dimaknai secara luas bahwa orang sakit, terutama yang mengidap penyakit menular, harus sadar akan potensi dirinya menulari orang lain. 

_Wallahu a’lam_

Minggu, 05 Februari 2017

JIHAD MELAWAN HAWA NAFSU

Saudaraku... 
Berjihad melawan hawa nafsu dan syahwat adalah jihad yang paling dasar. 
Tak mungkin kita dapat menjihadi musuh bila kita tak mampu menjihadi hawa nafsu sendiri.

Oleh karena itu Nab SAW bersabda :

أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ

“Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya” 
(Hadits shahih diriwayatkan oleh ibnu Najjar dari Abu Dzarr).

Simaklah faidah indah yang disampaikan oleh ibnu Qayyim ketika menjelaskan surat Al Ankabut ayat 69. 
Allah Ta’ala berfirman :

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

“Dan orang-orang yang berjihad di jalan Kami, Kami akan memberikan kepada mereka hidayah kepada jalan jalan Kami.” 
(Al Ankabut: 69).

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Dalam ayat ini Allah mengaitkan hidayah dengan jihad. 
Orang yang paling sempurna hidayahnya adalah yang paling sempurna jihadnya. 
Jihad yang paling wajib adalah menjihadi diri sendiri, menjihadi hawa nafsu, menjihadi setan dan menjihadi dunia. 
Siapa yang menjihadi empat perkara ini karena Allah, maka Allah akan memberinya hidayah kepada jalan jalan keridhaanNya yang akan menyampaikannya ke surga. 
Siapa yang meninggalkan jihad maka ia akan kehilangan hidayah sejumlah jihad yang ia tinggalkan.

Sabtu, 04 Februari 2017

Nasehat LUKMAN AL HAKIM

Satu-satunya manusia yang bukan nabi, 
bukan pula Rasul, tapi kisah hidupnya diabadikan dalam Qur'an adalah Lukman Al Hakim. Kenapa? kerana hidupnya penuh hikmah. Suatu hari ia pernah menasihati anaknya tentang hakikat hidup."

"Anakku, sepanjang hidupku aku berpegang pada 8 wasiat para nabi. Kalimat itu adalah:

1. Jika kau beribadah pada Allah, jagalah fikiranmu baik-baik.

2. Jika kau berada di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu.

3. Jika kau berada di tengah-tengah majlis, jagalah lidahmu.

4. Jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangaimu.

5. Ingatlah Allah selalu.

6. Ingatlah maut yang akan menjemputmu

7. Lupakan budi baik yang kau lakuan pada orang lain.

8. Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu

Kamis, 02 Februari 2017

AMALAN YANG SUKAR DIKERJAKAN

Sahabat Ali bin Abi Thalib r.a. berkata: 

إِنَّ أَصْعَبَ الْأَعْمَالِ أَرْبَعُ خِصَالٍ الْعَفْوُ عِنْدَ الْغَضَبِ وَالْجُوْدُ فِى الْعُسْرَةِوَالْعِفَّةُ فِى الْخَلْوَةِ وَقَوْلُ الْحَقِّ لِمَنْ يَخَافُهُ أَوْ يَرْجُوهُ

“Amal yang paling sulit ada empat, yaitu:

1) Memberi maaf ketika marah;

2) Bermurah hati ketika dalam keadaan sulit;

3) Iffah (memelihara diri dari yang haram) ketika sendirian; dan

4) Mengatakan sesuatu yang haq, baik itu kepada orang yang diseganinya maupun orang yang mengharapkannya.”

Berkaitan dengan marah, Rasulullah SAW bersabda: 

مَنْ كَفَّ غَضَبَهُ وَبَسَطَ رِضَاهُ وَبَذَلَ مَعْرُوْفَهُ وَوَصَلَ رَحِمَهُ وَأَدَّى أَمَانَتَهُ أَدْخَلَهُ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ يَوْمَ الْقَيَامَةِ فَى نُوْرِهِ الْأَعْظَمِ

“Barang siapa yang menahan amarahnya, melapangkan dadanya, suka berbuat kebaikan, menyambung silaturrahim, dan menunaikan amanatnya, maka kelak pada hari Kiamat Allah SWT akan memasukkannya ke dalam cahaya-Nya yang paling Agung.” (HR. Ad-Dailami)