
Suatu saat seorang anak usia 13 th dimarahi oleh ayahnya dan selama usia tersebut dia baru satu kali mendapat marah.
Karena sebab dimarahi itu dia kabur dan tidak mau pulang ke rumah ayahnya. Mengetahui kejadian itu Pakde si anak menawarinya utk menginap di rumahnya sembari mau memberi nasehat agar ia mau kembali ke rumah bapaknya.
Di rumah Pakdenya selama satu hari keponakan tersebut mendapat sambutan dan perlakuan yg baik. Mau mandi disiapkan air hangat, mau makan tinggal ngambil di dapur dg lauk yg lengkap, minuman tinggal pilih, utk tidurnya disiapkan kamar yg bersih dan kasur yg empuk.
Anak tersebut menginap semalam dan setelah Pakdenya memberikan nasehat agar mau kembali, dia mengiyakan nasehat tsb.
Setelah si anak pamitan dan mau kembali ke rumah, Pakdenya melepas sambil memberi uang saku dan ucapan selamat jalan.
Sesampainya di rumah, si anak memandang bapaknya (yg meyambut gembira dg kedatangannya) dg pandangan tdk simpatik dan terlontar ucapan bahwa Pakdenya jauh lebih baik dari bapaknya.
Kebaikan seorang bapak selama 13 th seakan tdk ada sama sekali dan tenggelam karena kemarahan pd si anak yg baru sekali itu. Benarlah firman Allah, "Dan amat sedikit hamba-hamba-Ku yg pandai bersyukur."
syaifuddin.manar@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar