Sabda Nabi Saw :
إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .
(رواه البخاري و مسلم)
"Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas)berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. (HR. Bukhari dan Muslim)
Pelajaran yang bisa dipetik dari Hadits:
1. Niat merupakan syarat diterima atau tidaknya amal ibadah.
2. Waktu pelaksanaan niat pada awal ibadah dan tempatnya di hati.
3. Ikhlas dan menujukan niat semata-mata karena Allah ta’ala dituntut pada semua amal shalih dan ibadah.
4. Seorang mukmin akan diberi pahala berdasarkan kadar niatnya.
5. Semua pebuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh) jika diniatkan karena keridhoan Allah menjadi bernilai ibadah.
6. Yang membedakan antara ibadah dan adat (kebiasaan/rutinitas) adalah niat.
7. Hadits di atas menunjukkan bhw niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan hati. Karena iman adl membenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar