Kala negeri ini dihuni oleh para preman politik di pusat-pusat kekuasaan lembaga negara.
Kala amanat suci dan mulia dari founding fathers and (mothers)yg tertulis di Mukaddimah UUD 1945 berspirit liberasi humanisasi dan transendensi sebagai Ruh Pancasila menjadi Nation Values.
Kala tujuan memerdekan bangsa ini ditetapkan untuk melindungi bangsa dan tanah air serta limpahan rezeki Ilahi yg tak terperi nilainya.
Kala 3 Putra Kader dan Leader Muhammadiyah dgn tulus ikhlas cerdas mewakafkan komitmen Islam Simbolis mengintegrasi kedalam komitmen nilai kebangsaan demi ukhuwah wathaniyah..
Lalu, yang tampak di depan mata hati kita adalah pemuda dan pejabat yang mencoreng merobek menyayat dan membunuh nation values hanya karena dan demi kepuasan materi sesaat.
Kala demi pemuasan nafsu rendah utk memberhalakan tahta..jabatan politik..BUMN..harta.. terjadi makar terhadap titah fitrah diri mereka dan keluarganya..dan mereka nekad, bringas, brutal, culas dan buas terhadap rakyat.
Lalu dari mulut mereka yang berbuih-buih dgn bau busuk bak bangkai babi hutan masih lantang berucap "Pancasila-NKRI harga mati" diikuti bualan "kami siap melawan ormas radikal dan intoleran, kami terdepan untuk bersama aparat membubarkan kaum radikalis dst.."..
Maka bangsa yg telah berdiri 72 th yang lalu, kini tengah, sedang dan akan semakin dikolinisasi oleh sebagian kecil bangsa kita yang sdg memilih "tuhan hedonisme". Mereka "khusyu, taslim dan tawakkal" dihadapan perampok penjarah dan penghisap sumber daya alami pemberian Tuhan Ilahi.
Mereka tega memainkan tafsir agama otentik dgn kelihaian berhellah thd ayat suci al kariem..
Mereka mahirkan memproduksi proposal ilmiah demi sedikit honour sejmlah Proyek korporasi hitam berbasis undang perpres hingga perda.
Maka..hari ini genap 85 tahun usia juang Pemuda Muhammadiyah, Amanat suci mulia nan berrat mjd misi mulia seluruh pimpinan Pemuda Muhammadiyah dan KOMAMnya utk merubah situasi negeri para bromocorah menjadi milik bangsa dan rakyat Indonesia.
Perkuat aqidah Tauhid dgn tahajud dan puasa sunat serta memperkaya diri dgn kemandirian dan menjauhi laku mengemis kepada penguasa dan pengusaha hìtam.
Nashrun minallah wafathun qariib.
Selamat Milad ke 85.
(Busyro Muqoddas,
Ketua PP Muhammadiyah)
Sumber: Posting Sdr Iwan Setiawan pada grup WA PM DIY
Tidak ada komentar:
Posting Komentar